Saturday, December 27, 2014

Why do we hate? Is it good or bad? how do we deal with it?

Halo semua!
Semoga hari Minggunya indah ya ;)
Kali ini saya akan membahas sesuatu yang tentunya menarik (paling tidak ini menarik bagi saya sendiri hahaha)
Yaitu, tentang kebencian
 
Mengapa kita membenci?
Sebenarnya, apa sih itu benci?
Kalau kalian cari di kamus, benci terdefinisikan sebagai berikut : perasaan tidak suka, tidak senang yang teramat sangat pada sesuatu/seseorang
Wah, kok lebay ya? Sampe segitunya?
Nah, sebagai manusia yang kaya akan perasaan, tentunya bisa jadi kita semua pernah merasakan benci pada sesuatu atau seseorang
Sayapun juga demikian hehe, it’s normal
Tapi pernahkah kalian benar-benar memikirkan alasan yang logis akan kebencian kalian terhadap sesuatu atau seseorang tersebut?
Dan pernahkan kalian memikirkan apa yang kalian dapatkan dari kebencian kalian terhadap sesuatu/seseorang tadi?
Juga dampak ke depannya, apakah itu baik, buruk, atau tidak berpengaruh alias netral?

Dulu, dan mungkin masih terjadi beberapa kali hingga sekarang, saya juga benci pada hal-hal tertentu sampai kadang saya benci seseorang tanpa sebab yang jelas
Dan ini aneh, karena coba deh, satu, orang itu belum tentu memang sengaja melakukan hal-hal yang kita benci, bahkan mereka bisa saja tidak tahu bahwa kita membencinya, dua, nggak ada angin nggak ada hujan kita tiba-tiba benci, lha yang salah dia apa kita? Hahaha
Memang perasaan itu agak abstrak, sulit didefinisikan dengan kata, sulit dikaitkan dengan logika (katanya)
Tapi coba deh kita telaah (hobi baru saya, menelaah hahaha, thanks to my debate coach back in high school!)
Eh tapi beneran, coba deh kita lakukan hal yang lebih, kali ini aja, sedkit mendalami kasus yang kita alami, sedikit aja, coba deh, luangkan waktu kalian untuk diri kalian sendiri, untuk perbaikan, untuk hal yang sesungguhnya memang akan membuat diri kalian lebih baik, trust me :D
And, daripada bingung, mending langsung aja deh ya
 saya akan memberikan contoh kasus kebencian yang melanda diri saya sendiri pada benda, mungkin orang yang dekat dengan saya sudah banyak yang tahu hehe
saya paling benci dengan sayuran, apapun namanya, bentuknya, asalnya, dan telah diolah dengan model apapun, kalau itu berasal dari sayuran, jawabannya cuman satu, NO WAY, never!

Hahahaha sayuran? iuhhhh X(
Nah, itu tadi premisnya
Sekarang, kita masuk ke alasan-alasan yang bagi saya logis akan mengapa saya tidak suka a.k.a. benci dengan sayuran, pertama, menurut saya rasanya pahit, nggak enak, dan kedua nggak makan sayuran pun nggak jadi masalah kok, saya tetap bisa dapat asupan nutrisi dan vitamin dari berbagai macam makanan dan minuman lainnya
 Itu yang ada di pikiran saya, dan nyatanya, sebenarnya, sejujurnya, sejujur-jujur dan sebenar-benarnya, saya hanya pernah makan 4 macam sayur di dunia ini : sawi, brokoli, daun singkong, daun papaya
THAT’S IT, THAT IS ALL
Dan hanya karena makan 4 biji sayur yang tadi itu, saya bisa menyimpulkan bahwa semua sayuran lainnya itu tidak enak dan saya tidak mau memakannya apapun yang terjadi
Hahahaha, mungkin kalian bisa ketawa juga sekarang XD
Sempit sekali ya cara berpikir saya? Pesimis sekali ya? Nggak logis?
Iya, belakangan ini saya mulai berfikir bahwa hal itu konyol, terlalu skeptical
Tapi somehow saya tetap belum bisa menerima bahwa diri saya telah lama bersikap konyol dan skeptical, hmmm
Sampai suatu hari…
Saya makan lodeh, untuk yang pertama kalinya, isinya nangka muda, sebenernya asli pingin muntah (padahal baru liat doang) tapi… hey, YOLO!

So I tried… (nekat, secara anak Surabaya BONEK, Bondo Nekat hahaha)
Dan, setelah makan…. saya….saya masih hidup!!!
HORRAAAYYYY!!!
Dan btw, enak kali’ hahahhahaha rasanya lembut, kayak daging cacah gitu, nggak pahit sumpah!
Dan itu baru permulaan sih, selanjutnya saya coba lagi makan yang lain (karena usaha harus konstan men, nggak bisa nanggung-nanggung), yaitu kacang panjang (karena sesungguhnya ibu saya selalu masak sayuran setiap hari, tapi saya cuman liat aja, nggak pernah mau makannya)
Kali ini menunya adalah sayur asem, ada gambasnya juga sih, dan sesuatu yang mirip timun itu apa ya namanya? Saya lupa ahaha, yang jelas kalau gambas dan tetimunan tadi it’s ok, rasanya kaya air, nggak masalah, udah saya telan

Nah ini yang agak ragu, kacang panjang mennn #uhuk
Agak keras gitu, dalemnya ada biji-bijiannya, nein :’(
Tapi udahlah, sekali lagi YOLO!
Aku makan….
Dan saya kurang suka sih, tapi nggak ada masalah besar yang tiba, saya tetap hidup dan saya nggak muntah hahahahah, so, sebenernya nggak ada masalah sama sekali buat makan tuh sayuran
Tapi, kenapa saya tetap tidak mau makan ya sebelum ini? :O
Hhmmm…..
Sepertinya saya tahu mengapa…
Karena saya takut dan saya negative thinking akan substansi tersebut (ealah bahasanya)
Well well, ini bisa dibawa jauh sekali menuju masalah kehidupan lainnya
Bisa jadi kebencian kita itu tadi nggak logis dan percuma men, bisa jadi malah masalah tadi sama sekali nggak ada
Contohnya, aku takut mual, takut muntah, takut mati gara-gara makan sayuran, padahal nyatanya malah belum pernah nyoba hahaha, dan setelah nyobapun, walaupun nggak suka, tetap tidak mati hahaha, tidak mutah dan tidak mual, the problem does not real, it just in our damn mind
Masalahnya tidak nyata, itu hanya ada dipikiran kita
Dan bagaimana dealing with problems yang ada dipikiran kita sendiri?
Nggak gampang kan tiba-tiba melupakan hal yang telah lama dipikiran kita, seperti tato, melekat
Nggak gampang kan tau-tau bisa suka hal-hal yang semula kita benci, apa kata dunia???
Well, ya emang nggak melulu kalian harus menyukai hal-hal yang semula kalian benci sih, sama halnya nggak melulu kalian harus membenci hal-hal from the very first time kan ya…
Kebencian itu hal yang normal, mengutarakannya juga normal, asal tidak anarkhi, misal yang paling marak tuh benci bawa-bawa SARA, yaelah, masih jaman aja nih, ngurusin diri sendiri aja belum tentu bener, eh malah bawa-bawa SARA orang lain, astaga, emang situ yakin kalau bakal pasti masuk surga?
Hahaha, sudah-sudah, balik lagi ke bagaimana dealing with pikiran-pikiran tadi
Oh tentunya begini, kalian harus paham dulu proses pemikiran (saya juga belum terlalu paham sih)
Begini, kalian tahu kan bahwa sebagian kejadian dalam otak kita terjadi dibawah kontrol kita? Alam sadar kita? Dan ini salah satu yang bisa kita atur
Caranya?
Menelaahlah seperti tadi, cari akar masalahnya, lalu turunkan sampai turunan terakhir dan tidak bisa diturunkan lagi, seperti rumus di kalkulus, sampai bentuk yang paling sederhana
Nah, setelah itu, kalian tahu kan masalahnya, masalahku tadi, karena takut, karena negative thinking
Dan itu adalah hal yang sekali lagi harus ditakhlukkan, so, aku melakukan actions, secara, YOLO (You Only Live Once -- in this world) jadi daripada penasaran kan ya, orang sayuran melimpah kok, cobainlah sesekali hehe
Dan setelah mencoba, Alhamdulillah nothing bad at all ^__^
Ya sapa tahu kan situ yang tadinya buenci banget akan suatu pelajaran atau insan tertentu sebenarnya alasannya karena negative thinking tadi, kita perlu cari solusi, karena membenci itu energy yang negative, nggak bagus buat hati kita, bisa-bisa kena sirosis :O
Kita boleh dan sah-sah saja tidak suka akan hal yang buruk dan negative, tapi apa iya kita cuman tidak suka saja? Lalu menghujat and do nothing?
Yaelah, nggak menyelesaikan masalah
Kalau itu memang buruk, pertama, yang jelas jangan ikut-ikutan, dan kedua, bilangin dong ke yang bersangkutan kalau itu buruk dan kamu juga nggak suka dia ngelakuin hal itu, dan kamu juga bisa memberi solusi dan contoh kayak apa sih yang baik, dan kalau hal itu tidak memungkinkan kamu lakukan sendiri, sekali lagi, minta tolong ke yang lebih berkapasitas, dan kalau itu masih juga belum mungkin terlaksana, ada kok satu lagi solusi dari kegalauan itu tadi (galau karena sebenarnya ingin menolong, namun apa daya …) yaitu..DOA, nah, ini nih yang pastinya bisa dilakukan oleh kita semua, yang ajeg, doain semoga si anak itu bakal kembali ke jalan yang benar, dan jangan benci dia, itu hanya akan menjadi penyakit di hati kita sendiri, tiada guna
Nah kesimpulannya, benci itu baik, buruk atau biasa aja, netral?
Kalau membenci dan membuat kita marah, tak mau silaturahmi, bahkan tak mau melihat si fulan ada di muka bumi ini, dan bahkan kalau bisa di fulan dihancurkan saja pakai nuklir, wah-wah, ini udah kelewatan bro, ini semacam hasrat psycho yang mulai tumbuh, widihhh, awas jadi dexter hahaha

Really guys and gals, like what my little cousin said : YOLO
Just go and do the best, life is too short to hate :*

PS: seringkali sesuatu sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan, worst condition sih memang hal itu lebih buruk, tapi most of the times, it's never been that bad! it's a lot better!

Sunday, December 21, 2014

Takhlukkan perasaan-perasaan negatif itu!



" I have doubts. I have such doubts".

- Sister Aloysius


Hal menarik lainnya yang akan saya bahas hari ini salah satunya adalah  keraguan

apa itu ragu? keraguan?

ragu : keadaan tidak tetap hati (misal dalam mengambil keputusan, menentukan pilihan, dsb); bimbang
 sangsi (kurang percaya)

keraguan : keadaan ragu; kesangsian; kebingungan; kebimbangan


Sekarang, apakah kalian pernah merasakan ragu? keraguan?

secara manusiawi, tentu saja semua orang pernah merasakan ragu dalam kehidupan mereka, ragu adalah hal yang wajar, karena dalam hidup ini, pastinya banyak sekali keputusan dan pilihan yang perlu kita ambil dan kadang memang harus kita ambil dengan segala resiko yang ada,
dan keraguan akan muncul karena banyak sebab, salah satunya karena ketakutan



banyak sekali keputusan-keputusan besar yang harus kita ambil dalam hidup, dan tidak jarang bahwa keputusan tersebut akan menentukan nasib kita tidak hanya di hari esok, namun jauh ke lima atau sepuluh tahun ke depan
dan bisa jadi kita sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita menentukan keputusan kita tadi
sehingga keputusan kita terkesan seperti taruhan, dan yang dipertaruhkan adalah masa depan kita sendiri

wah, mempertaruhkan masa depan?
masa depan yang telah kita rancang dari jauh hari, bisa saja akan hancur dalam beberapa menit saja akibat keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah

timbullah bayang-bayang gelap akan kemungkinan buruk yang akan kita alami jika salah dalam menentukan keputusan, belum lagi cerita dari kanan kiri akan pengalaman mereka yang pahit, yang malah menambah ketakutan kita akan salah ambil keputusan

alhasil, kita dipenuhi rasa ragu di dalam diri kita
sehingga kita sulit untuk menentukan keputusan yang akan kita ambil

lebih dalam lagi kita bahas, mengapa kita takut untuk mengambil keputusan tadi?
dari mana timbulnya rasa takut tersebut?

bisa jadi ketakutan itu timbul dari rasa kurang percaya diri

dan kalau diruntut lagi, mengapa kita tidak percaya diri?

jawabannya simple :

 karena kita belum atau bahkan tidak tahu sama sekali akan apa yang kita hadapi
karena kita belum atau tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup
karena kita merasa bahwa kita payah dan kita tidak akan berhasil
dan akan masih banyak lagi "karena-karena" yang lain yang akan bermunculan, "karena-karena" yang menjadi dasar dari rasa tidak percaya diri kita 
yang membuat kita menjadi takut dan ragu


kejadian buruk atau kegagalan di masa lalu juga bisa menyebabkan kita takut untuk mengulang hal yang sama, dan berujung pada keraguan
walaupun yang gagal bukan kita sendiri, cerita dari orang lain yang telah gagal pun akan menjadi momok bagi kita

namun, akankah kita berhenti dan menyerah pada seluruh emosi dan perasaan negatif itu tadi?

akankah kita stagnant pada level yang itu-itu saja?

apakah kita akan terus berjalan pada level aman saja?

kalau ya, maka kita tidak akan pernah tahu ataupun mengalami keberhasilan yang hebat 
bahkan kita tidak akan mengalami hal-hal yang baru dalam hidup kita

jika kalian tidak pernah melakukan eksplorasi, dan hanya melewati rute-rute yang sama setiap harinya, kalian akan selalu menemui lubang di jalan yang sama, tingkat kemacetan yang sama, mungkin orang yang sama dan situasi yang masih begitu-begitu saja
kalian tidak akan pernah tahu bahwa di ujung jalan yang lain ada restoran yang sangat enak lagi harganya terjangkau yang patut dicoba, kalianpun tidak akan pernah tahu bahwa toko di gang lain harganya lebih ekonomis
atau kalian tidak akan pernah bertemu gadis / perjaka oke di blok sebelah yang sebenarnya akan menjadi jodoh kalian di masa depan!


kalau kalian mau sesuatu yang baru, kalian harus berhenti melakukan hal-hal lama



sekarang, 
kita lihat sedikit ke belakang
apakah kita pernah gagal sedemikian rupa?
mungkin
dan apakah kita takut hal itu terjadi lagi?
bisa jadi
lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

belajarlah, 
belajar dari kegagalan

tentu saya juga pernah gagal, sebut saja soal nilai
yang seringkali menjadikan seseorang galau

ya, betul, sewaktu SMA, nilai saya buruk sekali, bahkan saya mendapat angka 5 di ijazah untuk mata pelajaran pokok, yaitu matematika
saya akui sewaktu itu saya sama sekali tidak pernah belajar matematika secara tekun dan saya selalu bergidik jika nama pelajaran itu disebutkan
saya sangat tidak suka matematika, saya benci hal itu
kalau saya bisa menghapuskan satu pelajaran di muka bumi ini, saya akan menghapuskan matematika
itu yang ada dibenak saya sewaktu SMA
dan benar saja, karena ketidak sukaan saya tadi, saya tidak pernah sungguh-sungguh hati untuk belajar matematika
berbagai program les matematika sudah saya ikuti, mulai kelas besar hingga privat
namun tidak ada yang bisa mengubah pandangan buruk dan sinis saya terhadap matematika
sehingga saya tidak pernah mengerjakan latihan soal yang telah diberikan guru saya
saya hanya menyalin dari papan tulis ketika soal itu telah terbahas, yang mana bahasannya pun sama sekali tidak saya mengerti
saya selalu mengatakan "masa bodoh dengan matematika"

dan saya tersadar ketika ujian tiba, saya sangat menyesal, mengapa saya tidak mau mencoba untuk belajar barang sedikit saja, supaya saya bisa mengerjakan soal matematika itu
jujur saja, dari 30 soal yang ada, saya hanya mampu mengerjakan sekitar 14 soal dan itupun saya tidak yakin benar, dan 16 lainnya? jangan ditanya, saya hanya asal tebak dan langsung saya lingkari di lembar jawabannya, karena saya sudah sangat putus asa

ketika hasil ujian diumumkan, nilai itu, nilai 5 di ijazah saya sangat memukul diri saya sendiri
apalagi orang tua yang sudah susah payah menyekolahkan saya dan membayar uang les tambahan yang mahal
rasanya saya ingin menghilang saja

dan setelah itu, saya yang telah mengalami hal pahit karena kesalahan saya sendiri tersadar
di bangku kuliah, saya mendapatkan pelajaran yang sama persis dengan yang saya dapatkan sewaktu SMA, matematika, dengan bab yang sama, dengan rumus yang sama, tiada beda

kali ini, saya tidak mau kalah lagi dengan pelajaran ini, cukup sekali saja seumur hidup

saya mulai membuka pikiran dan hati saya untuk belajar, saya dengarkan semua penjelasan dengan seksama, saya ikuti semua petunjuk dari dosen dalam pengerjaan soal, dan saya betul-betul mengerjakan latihan yang beliau berikan, saya juga mengerjakan tugas-tugas yang ada
dan tahukah kalian?
bahwa sebenarnya matematika bukanlah hal yang perlu ditakuti dan dibenci
matematika sangatlah mudah dan menyenangkan,yang malah membuat saya tertarik dan penasaran ingin mengerjakannya lagi dan lagi

saya mulai tekun untuk belajar dari awal, dan selalu mengerjakan soal-soal yang ada
alhasil, nilai saya A semua untuk pelajaran matematika, seperti kalkulus dan statistika

saya tidak pernah mengira bahwa ternyata saya bisa mengerjakannya dengan mudah
dan saya sedikit berpikir : andai saja sewaktu SMA dulu saya mau mencoba belajar dengan tekun
tapi sudahlah, penyesalan tiada akhir
lebih baik kita menatap kedepan, ke masa depan yang jauh lebih kritis dari yang mungkin kita bayangkan

nah, lalu apa yang saya lakukan setelah bisa menakhlukkan matematika tadi?
setelah saya berhasil mengalahkan ketakutan saya, saya punya misi bahwa saya ingin menolong orang dengan ketakutan yang sama, dengan kebencian yang sama

maka dari itu, saya memutuskan untuk menjadi guru matematika
pastinya ini tidak mudah dan saya terus menerus diliputi rasa takut dan ragu
namun saya harus melawannya
saya beranikan diri untuk melamar di beberapa LBB
dan jangan dikira mudah
TIDAK
di sana, selain wawancara, saya diminta mengerjakan latihan soal dan praktik mengajar matematika
wah, saya sangat takut dan saya sempat ragu akan kemampuan saya, di bangku antrian wawancara, saya sempat ingin melarikan diri

tetapi, kalau saya tidak mencoba, kapan saya tahu hasilnya?
akhirnya saya memberanikan diri saja, saya sudah mantap dan saya ambil resiko jikalau saya tidak lolos

dan...
WOW, saya diterima!



saya mengajar secara privat di beberapa LBB, saya mengajar matematika SD hingga SMA
sejauh ini murid saya sudah puluhan jumlahnya, dan mereka alhamdulillah sudah banyak yang lulus dengan nilai yang bagus dan sudah berhasil menakhlukkan ketakutan mereka akan matematika
selamat untuk kalian semuanya!

kalian tidak akan pernah tahu bahwa kalian ternyata bisa jika kalian tidak mencobanya, tinggalkan keragu-raguan, kegagalan kita di masa lalu bisa kita jadikan pembelajaran sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang sama yang akan memicu kegagalan lain di masa yang akan datang, kita bisa melakukan terobosan baru yang siapa tahu akan mengantarkan kita kepada keberhasilan

dan keberhasilan tidak selalu diukur dengan hal yang rigid seperti uang, rumah, atau hal lain seperti keterkenalan,
keberhasilan itu bersifat sangat pribadi
dan salah satunya bisa diukur dari penakhlukan keraguan dan rasa takutmu ;)


nah, itu tadi sekilas cerita pribadi saya akan penakhukkan perasaan-perasaan negatif yang pernah terjadi di kehidupan saya
dan saya dapat melakukannya karena perjuangan, sama sekali bukan hal yang instan
dan perjuangan akan lebih mudah jika diiringi doa dan kalianpun harus konsisten, jangan berjuang yang setengah-setengah, kalau kalian mau hasil yang maksimal, tentunya semua yang dilakukan harus maksimal pula

dan ingatlah, tidak ada perjuangan yang sia-sia, sekalipun perjuangan kita belum membuahkan hasil, jangan berhenti, tetap berinovasi dan tetaplah termotivasi untuk berjuang, you never know how close you actually are!


now, let's conquer it!
takhlukkan perasaan-perasaan negatif itu, cari tahu mengapa kalian merasakan hal itu, telaahlah penyebabnya
setelah kalian tahu, buat strategi untuk menanganinya, jika kalian kesulitan, jangan ragu untuk meminta bantuan, karena sesungguhnya ada banyak sekali orang yang sangat peduli dengan kalian, tetapi karena kalian tidak pernah menceritakan masalah kalian kepada mereka, mereka tidak tahu bagaimana mereka bisa membantu kalian
maka ceritakanlah kepada orang-orang yang kalian percaya dan kalian sayangi, saya yakin mereka akan mau mengerti dan menolong kalian
dan siapa tahu akan ada kisah inspiratif dari mereka yang akan mendorong kita lebih kuat untuk berjuang!


semangat!
semangat juang untuk kalian semua!




Sunday, November 30, 2014

Sudahkah perjuangan kita tepat sasaran?



"aku melakukan ini demi orang tuaku! supaya mereka bangga memilikiku sebagai anaknya""aku melakukan ini demi adikku, dia adik yang paling baik yang ada di muka bumi ini""aku melakukan ini demi pacarku, dia segala-galanya bagiku"
sering mendengar hal seperti itu?


memang, hal seperti itu sangat banyak bermunculan ketika seseorang hendak melakukan sesuatu, ketika seseorang memiliki goal yang ingin mereka capai, ketika mereka memiliki tekad yang kuat untuk menakhlukkan sesuatunah, setelahnya, pasti ada hasil, yang mana hasil itu akan ada 3 macam1. sesuai harapan2. jauh lebih baik dari harapan3. jauh lebih buruk dari harapan
dan yang mana dari hasilnya, tergantung bagaimana kita menyikapi juga, kadang kala padahal usaha kita tidak seberapa, namun kita berharap hasil yang besar, sehingga hasilnya dinilai kurang maksimal, dan kadang pula, ada yang usahanya sangat besar dan tidak terlalu berharap, sehingga hasilnya terlihat jauh di luar dugaan, ada juga yang usaha dan hasilnya seimbangsemua tergantung bagaimana kita menyikapinya,terntunya jika kita meginginkan hasil yang besar dan baik, tentu kita harus berjuang lebih!masih ingat dengan rumus fisika sewaktu SD?


daya P itu berbanding lurus dengan usaha, dan berbanding terbalik dengan waktuartinya, kalau usahanya besar, pastinya daya-nya juga besar, nah, supaya waktu yang kita butuhkan untuk menggapai suatu goal itu sesingkat mugkin, nah, tentu kalian butuh banyak usaha bukan?misalnya, kalau kalian mau bisa lancar menguasai suatu bahasa, jelas bukan dengan santai-santai sambil tiduran kan...namun dengan giat belajar dan banyak berlatihjika kalian berlatih 1 jam sehari dan bisa mahir dalam hitungan setahunmaka mengapa tidak berlatih 2 jam sehari sehingga kita bisa mahir dalam waktu setengah tahun?iya, kalau kalian bisa melakukan lebih, dan lebih baik, mengapa tidak?
ditinjau dari keefektifan, memang itu tadi adalah ilustrasi kasar dari proses pembelajarankarena pastinya akan banyak faktor yang mempengaruhi keefektifan proses belajar, namun, bagaimanapun juga, ketika kita memiliki kemauan lebih, sesuai hukum fisika, dan sesuai dengan apa yang telah kita ketahui, bahwa :
"Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah/berusaha mengubah diri mereka"
nah, sekarang tinggal dari kitanya saja, maukah kita mengambil kesempatan itu?
dan menengok lagi ke atas, demi orang tua, demi saudara, demi pasangan, benarkah hal tersebut sudah tepat?
pernah di suatu show-nya Mario Teguh, ada seorang laki-laki bertanya:"Pak Mario, saya bekerja mati-matian untuk membahagiakan orang tua saya, lebih tepatnya ibu saya, saya lakukan apa saja yang membuat mereka bahagia, tujuan hidup saya hanya satu, untuk orang tua saya, setiap hari saya bekerja tidak kenal lelah supaya mereka tercukupi, supaya mereka bahagia, tetapi, semenjak ibu saya meninggal saya jadi hilang arah, saya hilang tujuan, buat siapa lagi saya bekerja keras, apalah gunanya saya punya uang banyak, tetapi saya sudah tidak punya orang tua lagi yang bisa dibahagiakan"
hmm, bagaimana menurut kalian?apakah itu pernah terjadi pada kalian?masih butuh contoh lagi?saya pernah membaca suatu komik lepas, tidak berseri, judulnya saya lupa, karena sudah lama, tetapi yang jelas, ada cerita yang bagus dan dapat dipetik hikmahnya di dalamnya
jadi, di suatu SMA, ada 2 orang murid perempuan yang saling bersaing dalam mendapatkan posisi juara 1 di kelas merekasebut saja si X dan si Ysi X selalu belajar mati-matian, karena ibunya terobsesi agar dia bisa juara 1 dan bisa masuk perguruan tinggi terkenal di Jepangnamun, apapun yang dilakukan si X tidak pernah bisa menyaingi kedudukan juara 1 yang dipegang si Y selama inilalu si X sangat penasaran, kok bisa sih si Y ini yang tampangnya sama sekali tidak kutu buku, tetapi selalu mendapat nilai yang sempurna?sampailah di suatu hari, si Y mengajak si X untuk ke tempat ia biasa belajar, di sebuah taman, dan di sana ada 1 anak kuliahan yang disukain si Ynah, usut punya usut, si Y ini belajar rajin karena ingin bisa masuk ke perguruan tinggi yang sama dengan anak laki-laki ini tadi, yaitu jurusan kedokteran di perguruan tinggi ternama, maka dari itu ia selalu mempertahankan kedudukan juara 1 nya
hingga suatu ketika....si Y yang selalu juara dan ceria tadi, masuk ke kelas dengan rambut di toning hitam, sebelumnya, rambutnya kecoklatan, mirip dengan anak kuliahan yang disukainyadan wajahnya murung, lalu dengan gontai ia mendatangi si X, rival beratnya dan berkata:"kau tahu, sekarang kau bisa menjadi juara 1, aku menyerahkannya padamu, aku sudah tidak butuh itu lagi, aku sudah tidak butuh menjadi juara atau menjadi siswa teladan lagi"sontak si X kaget denga perubahan drastis ini tadi dan bertanya:"apa maksdumu? apa yang sebenarnya terjadi? aku tidak mengerti, bukannya kamu ingin mengejar pria idamanmu ke perguruan tinggi?""tidak, tidak lagi, dia akan menikah bulan depan, semuanya sudah berakhir, sudah tidak ada artinya lagi bagiku"
naaahhh lhoooooo, hayoooo, gimana dong?

perjuangan kita boleh demi orang tua kah?perjuangan kita boleh demi orang yang kita sayangi kah?

jawabnya:Boleh-boleh saja, kita boleh memperuntukkan perjuangan kita bagi siapa saja yang kita kehendakinamun, kalian tahu?tidak ada yang abadi di dunia iniorang tua yang kita sayangi, pasangan, saudara, teman, bahkan diri kita sendiri, memiliki batasan waktu yang tak ada seorangpun di dunia ini tahusehingga tidak ada yang bisa kita jadikan acuan untuk terus menghidupkan bara dan nyala api semangat kita untuk berjuang ke tahap yang lebih dan lebih baik lagidan tahukan kamu apa yang abadi di seluruh alam jagad daya ini?tidak ada...tidak ada yang abadi kecuali sesuatu yang menciptakan itu semua...yaitu...
Tuhan yang Maha Esa
karena kita semua berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya, maka tujuan kita sudah jelas bukan?hanya pada-Nya lah kita bisa rely onhanya pada-Nya lah kita bisa terus-menerus mendapatkan semangat juang
jadi, sebaiknya kita review lagi, sudahkah perjuangan kita tepat sasaran?kita boleh saja, dan sah saja berjuang demi orang tua, saudara atau lainnya, namun..kita juga harus ingat, bahwa tidak selamanya apa yang kita miliki itu tadi akan di sanasehingga kita harus rely on something yang lebih dari sekedar hidup, yaitu sesuatu yang selalu hidupdan itu adalah Tuhan.
jadikan keluarga atau teman dan pasangan sebagai motivasimu untuk berjuang di jalan-Nya supaya kalian mendapatkan ridho-Nya, supaya kalian bisa tinggal di surga-Nya jadi, secara dunia kalian bisa membahagiakan orang yang kalian cintai, dansecara akhirat, kalian juga sudah mengumpulkan dana tiket masuk surga ;)
jadikan kedua hal itu berjalan dengan selaras, serasi dan seimbangmaka dengan demikian, tiada perjuangan yang sia-sia di muka bumi inidan selalu ingatlah, belum tentu perjuanganmu yang besar akan selalu berbuah hasil di dunia,hidup ini panjang kawan, masih banyak fase kehidupan yang akan kita hadapi,jadi jangan khawatir akan perjuanganmu yang sia-sia, karena sesungguhnya itu tidak mungkin terjadi, kecuali perjuangan kalian berada di jalan yang menyimpang dari ajaran dan norma-norma kehidupan
semua yang ada sekarang dan semua yang akan ada nanti, kita tidak pernah tahusama halnya ketika kita masih dikandungan dulu, mana tahu kalau akhirnya cerita kita akan seperti ini bukan?tapi hidup datang dengan manual, banyak hal yang kita bisa pelajari, kitab suci, hukum dan undang-undang, bahkan banyak sekali tips-tips yang mengarah ke kebaikan menyebar di penjuru media, tinggal kita sajalah yang memilih, kemana arah kita menuju setelah iniakan berlari ke arah yang lebih baik?atau jalan di tempat dan mendapatkan yang itu-itu saja?atau malah berhenti dan menyerah?

semua pilihan ada di tanganmu kawan, pilihlah dengan bijak, karena pilihanmu hari ini, akan menentukan esok dan bahkan hari-harimu yang ada di 10 tahun yang akan mendatangdan tidak perlu takut untuk memilih, semua ada dasarnya, kalian bisa konsultasi ke orang yang kompeten dibidangnya, misal untuk urusan agama, bisa konsultasi ke pemuka agama, urusan akademik bisa ke guru/dosen wali/BP, urusan keluarga, bisa konsultasi bersama denga keluarga besar, atau dengan para ahli lainnya, sesungguhnya jalan terbuka sangat lebar bagi siapa saja yang cukup gigih dan tidak pernah berhenti berjuang untuk menjadi lebih baik, ibarat garis finish, garis itu akan selalu ada di sana, tidak menjauh, tidak mendekatnah, tinggal kitanya saja, maukah mendekati garis finish tersebut?tidak ada insan yang tidak pernah gagal, namun, kegagalan bukan alasan untuk tidak bangkit lagi, masih ada waktu untuk menepatkan sasaran juang kita!
mau?AYO!kita lari bersama-sama menuju garis fnish itu, dan melihat apa yang ada dibalik itu, hadiah?atau tantangan lain yang lebih besar lagi hadiahnya? mari kita cari tahu!!!Jadikan momen tahun baru ini menjadi momen untuk berubah ke arah yang jauhlebih baikSEMANGAT semuanya!!!!

Friday, October 3, 2014

baik? buruk?


halooo,bagaimana harinya?
baik? jangan lupa ucapkan alhamdulillah yaa, berbahagialah secukupnya, jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, (misal, kelebihan lemak jenuh bisa menyebabkan kita terkena serangan jantung suatu saat!)
 dan sekali lagi banyak-banyak bersyukur yaaa, kalau bisa, juga berbagi kebahagiaannya dengan sesama sehingga bahagianya bisa lebih barakah dan manfaat ...

buruk? wah... I'm sorry to hear that :0
meskipun hari kalian buruk, tetaplah bersyukur, karena sesungguhnya semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, tinggal tergantung bagaimana kitanya saja yang menyikapi
dan jangan patah semangat karenanya yaaa, ingat rumus matematika, probabilitas!
atau kemungkinan, atau peluang, nah, coba kamu ingat ada berapa jumlah manusia di dunia ini?
tidak ingat? tak mengapa, Nia beri tahu, jumlahnya ada sekitar 7 milyar, dan 6 milyarnya sendiri di China *bercanda lho*
tapi yang 7 milyar itu tadi benar
dan..., coba sedikit berpikir secara logis dan matematis, peluang itu adalah 0-1 kan?
0 pasti tidak terjadi, 1 pasti terjadi
nah, di dunia ini, kita sebagai manusia belum ada yang tahu apa sih yang bakal pasti?
(kalau mati, iya kali'... nenek-nenek lagi makan cimol juga tau yang ini)
nah, berarti, kemungkinan-kemungkinan yang ada, berada di ruang >0 dan <1 p="">
lhaaa, dengan populasi yang sebanyak itu, kemungkinan orang yang harinya juga buruk itu buuaaanyaaakkkk buangeettt
so, bukan kalian aja yang harinya buruk, dan bukan kalian aja yang ngerasa depresi, bahkan parahnya bukan satu atau dua orang aja yang pengen bunuh diri setiap harinya...
dan bukannya Nia mau menyiratkan bahwa kalian punya banyak teman yang sama-sama ber-hari buruk, nggak....
tapi gini...
kalau semua orang yang harinya buruk langsung bunuh diri, mungkin bumi ini bisa habis penduduknya dalam waktu kurang dari seminggu, saking banyaknya yang bunuh diri gara-gara harinya buruk...

dan bukan maksud Nia untuk menyepelekan masalah kalian, bukaaann, bukan sama sekali, Nia mah ngerti memang banyak hal yang menyebabkan seseorang berkesimpulan akhir bahwa "harinya buruk"

namun, kita bisa berpikir lain hal (selain bunuh diri karena harinya buruk)
bukan selamanya kalau hari ini buruk, lantas besok juga bakal buruk, tidak!
contohnya, kita pernah kok mengalami penjajahan yang luar biasa kacaunya, ratusan tahun, itu masa yang mungkin jauh lebih buruk dari masa yang kita jalani sekarang
dan orang-orang yang hidup jaman dulu pastinya tidak tenang dan risau galau tiap harinya
tetapi, apakah yang membuat kita akhirnya merdeka?


Perjuangan


perjuangan, iyaa, perjuangan!!!
nah, sekarang, tilik kembali, apa yang membuatmu menyimpulkan bahwa harimu ini buruk?
kegagalan? nasib sial? atau yang lebih konkret lagi, putus dengan pacar? kehilangan uang? 
kena marah bos? ujian dapet jelek? kena tilang?
dijambret?
kecelakaan? :0

apapun itu, ingatlah satu hal yang aku telah ketik di atas tadi....
kalau kalian masih bisa membaca tulisan ini sampai sekarang, berarti nasib kalian sebenarnya masih jauuuuuuuuuuhhhhhh lebih baik dari jutaan bahkan ratusan juta orang lainnya yang tidak punya koneksi internet, bahkan tidak punya instalasi listrik di tempat tinggalnya, atau yang lebih parah lagi, tidak punya mata untuk melihat ini semua.....
kesempatan kalian untuk membaca tulisan ini saja mahal harganya, karena tidak semua orang mendapatkan keistimewaan ini...
maka bersyukurlah...

seburuk apapun hal yang terjadi pada kita, yaaa...kita boleh kok bersedih, menangis, marah, kecewa, atau ekspresi-ekspresi perasaan yang lain semua dicampur jadi satu boleh...
itu manusiawi, kita manusia, dan kita akan melakukan hal-hal yang manusiawi dan sudah kodratnya, jadi tidak perlu menahan itu semua, kalau sampa pada titiknya, tangis itu akan pecah juga, air mata itu akan menetes juga...
amarah itu akan meledak juga...

tetapi, apakah kita akan menyerah begitu saja pada keadaan?
apakah kita akan tinggal diam?
atau kah kalian lebih memilih untuk mengakhiri ini semua?
mengakhiri dengan bagaimana?
lari darinya?

sayangnya, kemanapun kamu lari, kamu akan dikejar oleh kemungkinan-kemungkinan buruk
 (hahha! nah lhooo)
bukannya aku menakut-nakuti, tetapi semua juga tahu, yin and yang, sepasang, hal baik itu pasangannya dengan hal buruk
di mana ada kebaikan di situ ada keburukan juga
nah, karena kitapun tidak dapat 100%ly menghindar, yasudah, tak apa, asal kita tidak menyerah untuk meminimalisir kejadian buruk untuk terjadi bukan?
(karena mana ada sih di dunia ini yang tidak pernah melakukan hal buruk sama sekali seumur hidupnyaa.... yang tidak pernah salah?
manusia itu tempatnya salah T__T )


lanjut ke ilustrasi minimalisasi kemungkinan hal buruk untuk terjadi : misalnya, kamu tahu kalau merokok di pom bensin itu dilarang, apalagi merokok sambil isi bensin, itu sangat tidak boleh, karena akan menyebabkan ledakan kalau sampai butiran bara apinya terkena bensin, wuuuuzzzzzz, BLAARRR BLAAARRR BLAAARRRR!!!!! BOOOOOOOMMMMM!!!!
nah, ini fakta, dan kita tahu itu tidak boleh, dan....kalau masih saja dilakukan...., salah siapa?
kalau sudah berakibat ledakan, yang rugi siapa?

sudah tahu kan?
pastinya diri sendiri
dan parahnya orang lain juga ikut terimbas...

itu contoh yang sangat sederhana sekali...
gak mau dong merugi terus-terusan? apalagi merugikan orang lain..., dosa cyinnn
jadi...
yang intinya, di sini Nia berbicara sebagai umat muslim yaa, yang mana kita sudah memiliki panduan yang jelas untuk kehidupan kita, yaitu Qur'an itself dan banyak juga di luar sana, ustad dan ustadzah yang kompeten dan terpercaya yang bisa kita mintai tolong untuk mengaji makna yang terkandung di dalamnya, kitapun juga telah di bimbing oleh guru agama kita masing-masing bukan?
di agama lainpun ada kitab masing-masing dan ahli kitab masing-masing yang pastinya juga menuntun menuju kebaikan
bahkan di negara kita masing-masing, ada aturannya
di kelas ada aturannya
di tempat kerja, ada aturannya
di keluargapun juga ada aturannya 
aturan-aturan tadi dibuat pastinya untuk kenyamanan dan ketertiban dan kebaikan kita semua


nah, menyambung ke hari yang buruk tadi, tetap saja, ukuran baik ataupun buruk itu tergantung cara pandang kita masing-masing, semakin positif kita memandang, maka dunia ini rasanya akan semakin sangat indah dan sangat baik, karena kita dapat memahami bahwa sekalipun hal buruk terjadi pada kita, sesungguhnya itu merupakan ujian dari-Nya, yang mana, seperti yang kita ketahui selama ini, ujian diadakan untuk menguji tingkat kemampuan seseorang, tingkat kematangan seseorang, dan hasilnya akan membuktikan apakah orang tersebut layak naik ke level selanjutnya
sama halnya ujian dari Allah S.W.T.

tinggal bagaimana kita-nya saja, maukah mempersiapkan diri untuk menempuh ujian apapun di depannya?

jika iya, maka mulailah dari sekarang kerjakan apa yang diperintahkan-Nya
dan jauhi apa yang dilarang-Nya

wow, 2 ajian pamungkas yang singkat, padat dan jelas, tapi...
suuusahnya bukan main dilakukan
ya nggaakkk???
hayooo ngakuuuu???


dan perlu saya tegaskan lagi, susah dan tidaknya itu juga tergantung dari diri kita sendiri, apakah kita benar-benar mau menjalankannya sepenuh hati, pikiran dan raga?
jikalau Ya,
maka lakukanlah dengan tulus dan sepenuh-penuhnya, niscaya tidak ada niat baik apapun yang sia-sia di dunia ini :)



(dari paulo nih)

yang initinya : tidak ada suatu apapu di dunia ini yang sia-sia, termasuk daun yang gugur dari pohonnya, setiap helai rambutmupun punya arti, dan bahkan tidak ada satupun serangga mati sia-sia, semua punya tujuannya masing-masing
dan yaa... mungkin tidak semua tujuan kita tahu, yang jelas satu hal yang kita perlu tahu, semuanya bertujuan positf


dan ada juga kutipan hadis dari blog-blog tetangga :
(link pengambilan Nia sertakan juga)





sehingga, kita semua janganlah berputus asa, tetap positif thinking dan berjuang sebaik-baiknya, niscaya semua usaha dan doa yang kita ucapkan dkabulkan oleh Allah S.W.T
amiinnn!!!

semangaatt yaaa semuanyaaa ;)


ini nih ada 1 lagi gambaran yang keren dan ispiratif juga!
dari Dr Seuss





nah, setelah ini, semua ada di tangan kalian, mau di "steer"
ke arah manakah hidup kalian?

\(^0^)/

Wednesday, October 1, 2014

Ini yang HARUS dilakukan!!!


sudah..., sudahhhh, SUDAHHHHH
sudah stop melakukan hal-hal yang lama, sekarang sudah 1 Oktober 2014, bulan baru, saatnya meneguhkan diri, bersiap menatap masa depan, hari-hari yang cerah bagai sinar mentari di pagi hariiiii ayooo menariiiii menyongsong tantangan sehari-harii !!!

sudah lama sebenarnya keinginan ini terbendung, terkungkung, tertimbun, terbengkalai, bahkan terlupakan
yaitu keinginan untuk menjadi insan yang bold, yang mampu mengubah hal yang terkecil yang dimulai dari drinya sendiri

hal-hal yang terjadi selayaknya dijadikan pembelajaran bagi diri supaya bisa tetap berseri-seri bukan?

tapi apa daya manusia, seperti aku, lemah, dan sering kali terjebak dalam kekelaman yang sebenarnya bukan dari luar, tapi dari dalam diri sendiri, dan ini seharusnya bisa dikurangi, sehingga kita bisa manjadi insan yang sangat positif dan selalu penuh semangat untuk kedepannya!

mungkin kita sering naik turun emosinya, naik turun moodnya, naik turun performansi kehidupannya, oh tak mengapa, 9gag berkata :


(kalau tidak ada naik maupun turun dikehidupanmu, berarti kamu sudah mati :P )

nah, iya, memang perlu yang namanya dinamika kehidupan, ada naik dan turunnya, tetapi alangkah baiknya ketika kita sedang dibawah, kita belajar sebanyak mungkin supaya kita tidak berada di bawah dengan level yang sama, sekalipun suatu hari kita berada di level bawah yang sama, kita tidak boleh putus asa, kita tengok kembali apa yang telah kita lakukan sehingga kita mendapati level yang sama lagi? atau bahkan lebih buruk?
kita runtut semuanya satu persatu, renungkan, perlahan dan santai, niscaya akan kita temukan pokok permasalahannya, contohnya, sewaktu mengerjakan tugas akhir, itu adalah saat-saat di mana seharusnya Nia memberikan perhatian lebih pada tugas akhir itu sendiri, tetapi karena satu dan lain hal, perhatian Nia terpecah, sehingga Nia sempat vacuum 4 bulan dari 6 bulan waktu yang ada dan akhirnya harus mengerjakannya 2 minggu terakhir sebelum batas waktu yang ada, jangan ditanya bagaimana caranya, tentu saja ngebut dan full of stress dan mungkin kalau Nia mengidap bipolar, Nia sudah bunuh diri, tetapi alhamdulillah Allah pun berkehendak lain, dan untung saja ada teman yang mau membantu Nia dan Nia juga sudah bertekad supaya bisa lulus tahun itu juga, supaya tidak ada rentetan penundaa-penundaan lain yang berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan oleh Nia dan semua orang lainnya

tentunya SANGAT tidak direkomendasikan mengerjakan tugas akhir yang tehnikal hanya dalam 2 minggu saja, TIDAK!
hasilnya tidak akan semaksimal yang dikerjakan dengan tekun dan penuh dedikasi....

Nia hanya ingin berbagi bahwa, bukannya mau mendoakan atau memastikan juga sih, tapi di hidup ini tentunya suatu hari kemungkinan kita akan mengalami atau menghadapi hal-hal yang sulit, bisa jadi hal tersebut adalah akibat dari kesalahan kita sendiri ataupun memang kita sedang diuji dengan hal tersebut, dan satu hal yang kita semua harus tau, selama ada usaha keras, tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan selama Allah mengehendaki, nah, bagaimana bisa kita tebak kapankah Allah kan menghendaki apa yang kita perjuangkan?
salah satu sahabat Nia yang Nia panggil Dad pernah bercerita demikian :

tentunya kita semua tidak tahu apa yang direncanakan oleh Allah S.W.T
namun sebagai muslim yang baik kita harus selalu berbaik sangka kepada-Nya
dan kita wajib berusaha dengan semaksimal mungkin, sehingga Allah S.W.T would grant us with what we wish or even if he didn't itu pastinya bukanlah hal buruk, 
ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, sesungguhnya Allah S.W.T telah merencanakan sesuatu hal lain yang lebih baik, bahkan yang jaaauh lebih baik,
lagi pula, siapa lagi yang mengerti benar akan apa yang terbaik bagi hamba-Nya selain penciptanya?


segera setelah mendengar apa yang dikatakan Dad, Nia sadar dan percaya bahwa semua yang terjadi pastinya untuk suatu tujuan yang baik dan untuk mewujudkan tujuan baik itu pula Nia juga harus berjuang di jalan yang benar, sehingga nantinya hidup ini akan penuh dengan keindahan terutama di surga nanti, amiinn

nah sekarang Nia mau menengok ke belakang sedikit, bukan untuk bersedih-sedih yang jelas, namun mereview kembali akan apa yang bisa diteruskan bahkan diimprove dan mana yang harus jelas-jelas ditinggalkan

pertama kepada hal yang paling menjadi fokus Nia baru-baru ini, yatu target kantor, yang mana target ini menjadi 2 kali lipat dari biasanya, padahal 1 bulan terakhir, target sudah menjadi 2 kali lipat, jadi dalam 2 bulan terakhir ini, target telah melonjak menjadi 4 kali lipat
pastinya banyak hal yang dijadikan pertimbangan akan target tersebut, dan Nia tahu bahwa hal itu memang baik adanya
sarana dan fasilitaspun telah ditingkatkan, sekarang perbaikan akan lebih difokuskan pada pribadi masing-masing, pada diri kita

sejauh ini, Nia banyak prejudice pada pelanggan, yang membuat Nia kurang melayani pelanggan dengan sepenuh hati, padahal kalau kita tidak gali informasi secara sungguh-sungguh, mana kita tahu apa yang sebenarnya diinginkan, diperlukan dan diharapkan oleh pelanggan
dan kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara improve diri kita bahkan produk kita
nah, dari sana, Nia sudah perbaiki secara perlahan, karena yang penting, sekecil apapun perubahan yang kita lakukan will really matter jikalau kita melakukannya secara konsisten
nah, apa khususnya yang Nia ubah?
jadi, kalau berbicara dengan customer, berapapun ARPU mereka, apapun perangkat yang mereka pakai, Nia selalu melayaninya sepenuh hati dan seadil mungkin, sehingga Nia bisa memetakan pelanggan dengan baik dan memberikan layanan informasi, produk dan offering yang tepat sasaran, dan satu lagi, supaya pelanggan merasa diperhatikan dan dihargai, supaya mereka betah menggunakan produk vendor Nia 
itulah langkah konkret yang Nia kerjakan selama ini dan akan terus Nia improve seiring dengan berjalannya waktu, Nia akan terus update informasi baik dari TL atau rekan-rekan sekantor juga customer pastinya!


selanjutnya, yang kedua, berbicara tentang konsistensi, Nia super parah dalam hal ini, seabrek plan yang ada, sirna semua tak ada yang tercapai goal nya, karena satu hal, tidak konsisten
contohnya belajar bahasa asing, sebenarnya Nia sudah beli banyak buku bahasa asing yang ingin Nia kuasai, juga sudah lihat tempat kursus sana-sini, tapi karena satu dan lain hal lagi, dan kebanyakan karena distractions yang ada, atau yang mengada-ada, plan ini sepertinya mendekati angka nol untuk terealisasi :|
tapi setelah ini, setelah urusan kantor sudah fix, maksimal 2 bulan kemudian Nia akan buktikan bahwa Nia konsisten belajar, akan Nia update bahan yang sudah dipelajari, kalau perlu dengan videonya (sekalian narsis hahaha) *bercanda lho*

selain itu, soal ibadah, tepatnya mengaji, Nia sudah iqra 3 menuju iqra 4, nah, ini ... ada satu hal lagi yang menghambat proses belajar Nia, yaitu karena kalau di rumah, kurang bahkan sering kali tidak mengulang lagi apa yang diajarkan ustadzah, sehingga bolak-balik kalau membaca huruf hija'iyah nya tertukar atau lupa itu huruf apa, ini bukan karena tidak ada waktu atau alasan yang lain, melainkan malas, ini juga adalah musuh terbesar Nia yang harus ditakhlukkan, pasalnya, kalau Nia selalu larut di dalamnya, maka semua akan tertunda, dan terbengkalai
tentunya tidak ada satupun yang mau itu terjadi, penundaan itu kunci suksesnya sebuah kegagalan (nah lhooo)
jadi, untuk menanggulangi hal itu, Nia bawa buku iqra di tas, nanti sewaktu istirahat, Nia tengok barang 5 atau 10 menit, untuk ingat-ingat itu huruf apa dan bagaimana perubahannya kalau di depan, tengah dan belakang
di rumah, nanti Nia ulang lagi terutama kalau besoknya mengaji (walaupun jarang sih, tapi Nia usahakan)
targetnya, tahun depan sudah lancar semua bacaan dan taj'widnya aminnnn *doakan yaa*



lanjut ke yang ketiga!
pergaulan, iya, pergaulan, nampaknya Nia kurang bergaul dengan teman-teman Nia, bukannya tidak mau atau anti sosial, bukan sama sekaliiii, ini karena Nia sering ada kegiatan sampai malam, jadi Nia kurang bersosialisasi (rasanya sih demikian)
nah untuk menanggulangi hal ini, akan disusahakan untuk pengkerucutan kegiatan yang sangat penting saja, lalu nanti akhirnya yang lain bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi
supaya kehidupan ini menjadi leebihh berwarnaaa!


ke empat!
(dan sebenarnya kalau dilist satu-satu bakal bisa jadi ensiklopedia online macam wikipedia :| )
Trust
iya, itu susahnyaa minta ampun, pasti nanti akhir-akhirnya akan doubt
baik ke orang lain maupun yang lebih gentingnya adalah ke diri sendiri 
caranya untuk mengatasi, sementara ini Nia coba percaya pada diri sendiri dan konsisten untuk percaya dan melakukan hal-hal yang Nia janjikan kepada diri sendiri supaya Nia bisa percaya bahwa Nia bisa percaya *aaahh maaf swirl*



nah, sementara itu yang harus Nia fokusss banget di dalamnya, yang selanjutnya akan Nia post lagi tentang perkembangan dan bagaimana pemikiran-pemikiran Nia yang lainnya, bukan maksud mau menggurui atau pamer atau apapun yaa, blogpost ini Nia buat untuk memotivasi diri sendiri sekalian curhat dan barangkali bisa bermanfaat juga buat yang lain, amiinn :)

dan sedikit menyinggung perkataan Andy Dufresne lewat film terbaik sepanjang masa versi IMDB-nya : The Shawsank Redemption

(harapan adalah hal yang baik, bahkan mungkin adalah hal yang paling baik diantara hal-hal baik lainnya, dan tak ada hal baik yang akan pernah mati)

maka, peliharalah harapan kita semua, sekecil apapun itu dan ayo sama-sama berusaha to make it come true!
just like Andy did !!!

semangaatt semuanyaaaaa !!!!








Search This please....