baik? buruk?


halooo,bagaimana harinya?
baik? jangan lupa ucapkan alhamdulillah yaa, berbahagialah secukupnya, jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, (misal, kelebihan lemak jenuh bisa menyebabkan kita terkena serangan jantung suatu saat!)
 dan sekali lagi banyak-banyak bersyukur yaaa, kalau bisa, juga berbagi kebahagiaannya dengan sesama sehingga bahagianya bisa lebih barakah dan manfaat ...

buruk? wah... I'm sorry to hear that :0
meskipun hari kalian buruk, tetaplah bersyukur, karena sesungguhnya semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, tinggal tergantung bagaimana kitanya saja yang menyikapi
dan jangan patah semangat karenanya yaaa, ingat rumus matematika, probabilitas!
atau kemungkinan, atau peluang, nah, coba kamu ingat ada berapa jumlah manusia di dunia ini?
tidak ingat? tak mengapa, Nia beri tahu, jumlahnya ada sekitar 7 milyar, dan 6 milyarnya sendiri di China *bercanda lho*
tapi yang 7 milyar itu tadi benar
dan..., coba sedikit berpikir secara logis dan matematis, peluang itu adalah 0-1 kan?
0 pasti tidak terjadi, 1 pasti terjadi
nah, di dunia ini, kita sebagai manusia belum ada yang tahu apa sih yang bakal pasti?
(kalau mati, iya kali'... nenek-nenek lagi makan cimol juga tau yang ini)
nah, berarti, kemungkinan-kemungkinan yang ada, berada di ruang >0 dan <1 p="">
lhaaa, dengan populasi yang sebanyak itu, kemungkinan orang yang harinya juga buruk itu buuaaanyaaakkkk buangeettt
so, bukan kalian aja yang harinya buruk, dan bukan kalian aja yang ngerasa depresi, bahkan parahnya bukan satu atau dua orang aja yang pengen bunuh diri setiap harinya...
dan bukannya Nia mau menyiratkan bahwa kalian punya banyak teman yang sama-sama ber-hari buruk, nggak....
tapi gini...
kalau semua orang yang harinya buruk langsung bunuh diri, mungkin bumi ini bisa habis penduduknya dalam waktu kurang dari seminggu, saking banyaknya yang bunuh diri gara-gara harinya buruk...

dan bukan maksud Nia untuk menyepelekan masalah kalian, bukaaann, bukan sama sekali, Nia mah ngerti memang banyak hal yang menyebabkan seseorang berkesimpulan akhir bahwa "harinya buruk"

namun, kita bisa berpikir lain hal (selain bunuh diri karena harinya buruk)
bukan selamanya kalau hari ini buruk, lantas besok juga bakal buruk, tidak!
contohnya, kita pernah kok mengalami penjajahan yang luar biasa kacaunya, ratusan tahun, itu masa yang mungkin jauh lebih buruk dari masa yang kita jalani sekarang
dan orang-orang yang hidup jaman dulu pastinya tidak tenang dan risau galau tiap harinya
tetapi, apakah yang membuat kita akhirnya merdeka?


Perjuangan


perjuangan, iyaa, perjuangan!!!
nah, sekarang, tilik kembali, apa yang membuatmu menyimpulkan bahwa harimu ini buruk?
kegagalan? nasib sial? atau yang lebih konkret lagi, putus dengan pacar? kehilangan uang? 
kena marah bos? ujian dapet jelek? kena tilang?
dijambret?
kecelakaan? :0

apapun itu, ingatlah satu hal yang aku telah ketik di atas tadi....
kalau kalian masih bisa membaca tulisan ini sampai sekarang, berarti nasib kalian sebenarnya masih jauuuuuuuuuuhhhhhh lebih baik dari jutaan bahkan ratusan juta orang lainnya yang tidak punya koneksi internet, bahkan tidak punya instalasi listrik di tempat tinggalnya, atau yang lebih parah lagi, tidak punya mata untuk melihat ini semua.....
kesempatan kalian untuk membaca tulisan ini saja mahal harganya, karena tidak semua orang mendapatkan keistimewaan ini...
maka bersyukurlah...

seburuk apapun hal yang terjadi pada kita, yaaa...kita boleh kok bersedih, menangis, marah, kecewa, atau ekspresi-ekspresi perasaan yang lain semua dicampur jadi satu boleh...
itu manusiawi, kita manusia, dan kita akan melakukan hal-hal yang manusiawi dan sudah kodratnya, jadi tidak perlu menahan itu semua, kalau sampa pada titiknya, tangis itu akan pecah juga, air mata itu akan menetes juga...
amarah itu akan meledak juga...

tetapi, apakah kita akan menyerah begitu saja pada keadaan?
apakah kita akan tinggal diam?
atau kah kalian lebih memilih untuk mengakhiri ini semua?
mengakhiri dengan bagaimana?
lari darinya?

sayangnya, kemanapun kamu lari, kamu akan dikejar oleh kemungkinan-kemungkinan buruk
 (hahha! nah lhooo)
bukannya aku menakut-nakuti, tetapi semua juga tahu, yin and yang, sepasang, hal baik itu pasangannya dengan hal buruk
di mana ada kebaikan di situ ada keburukan juga
nah, karena kitapun tidak dapat 100%ly menghindar, yasudah, tak apa, asal kita tidak menyerah untuk meminimalisir kejadian buruk untuk terjadi bukan?
(karena mana ada sih di dunia ini yang tidak pernah melakukan hal buruk sama sekali seumur hidupnyaa.... yang tidak pernah salah?
manusia itu tempatnya salah T__T )


lanjut ke ilustrasi minimalisasi kemungkinan hal buruk untuk terjadi : misalnya, kamu tahu kalau merokok di pom bensin itu dilarang, apalagi merokok sambil isi bensin, itu sangat tidak boleh, karena akan menyebabkan ledakan kalau sampai butiran bara apinya terkena bensin, wuuuuzzzzzz, BLAARRR BLAAARRR BLAAARRRR!!!!! BOOOOOOOMMMMM!!!!
nah, ini fakta, dan kita tahu itu tidak boleh, dan....kalau masih saja dilakukan...., salah siapa?
kalau sudah berakibat ledakan, yang rugi siapa?

sudah tahu kan?
pastinya diri sendiri
dan parahnya orang lain juga ikut terimbas...

itu contoh yang sangat sederhana sekali...
gak mau dong merugi terus-terusan? apalagi merugikan orang lain..., dosa cyinnn
jadi...
yang intinya, di sini Nia berbicara sebagai umat muslim yaa, yang mana kita sudah memiliki panduan yang jelas untuk kehidupan kita, yaitu Qur'an itself dan banyak juga di luar sana, ustad dan ustadzah yang kompeten dan terpercaya yang bisa kita mintai tolong untuk mengaji makna yang terkandung di dalamnya, kitapun juga telah di bimbing oleh guru agama kita masing-masing bukan?
di agama lainpun ada kitab masing-masing dan ahli kitab masing-masing yang pastinya juga menuntun menuju kebaikan
bahkan di negara kita masing-masing, ada aturannya
di kelas ada aturannya
di tempat kerja, ada aturannya
di keluargapun juga ada aturannya 
aturan-aturan tadi dibuat pastinya untuk kenyamanan dan ketertiban dan kebaikan kita semua


nah, menyambung ke hari yang buruk tadi, tetap saja, ukuran baik ataupun buruk itu tergantung cara pandang kita masing-masing, semakin positif kita memandang, maka dunia ini rasanya akan semakin sangat indah dan sangat baik, karena kita dapat memahami bahwa sekalipun hal buruk terjadi pada kita, sesungguhnya itu merupakan ujian dari-Nya, yang mana, seperti yang kita ketahui selama ini, ujian diadakan untuk menguji tingkat kemampuan seseorang, tingkat kematangan seseorang, dan hasilnya akan membuktikan apakah orang tersebut layak naik ke level selanjutnya
sama halnya ujian dari Allah S.W.T.

tinggal bagaimana kita-nya saja, maukah mempersiapkan diri untuk menempuh ujian apapun di depannya?

jika iya, maka mulailah dari sekarang kerjakan apa yang diperintahkan-Nya
dan jauhi apa yang dilarang-Nya

wow, 2 ajian pamungkas yang singkat, padat dan jelas, tapi...
suuusahnya bukan main dilakukan
ya nggaakkk???
hayooo ngakuuuu???


dan perlu saya tegaskan lagi, susah dan tidaknya itu juga tergantung dari diri kita sendiri, apakah kita benar-benar mau menjalankannya sepenuh hati, pikiran dan raga?
jikalau Ya,
maka lakukanlah dengan tulus dan sepenuh-penuhnya, niscaya tidak ada niat baik apapun yang sia-sia di dunia ini :)



(dari paulo nih)

yang initinya : tidak ada suatu apapu di dunia ini yang sia-sia, termasuk daun yang gugur dari pohonnya, setiap helai rambutmupun punya arti, dan bahkan tidak ada satupun serangga mati sia-sia, semua punya tujuannya masing-masing
dan yaa... mungkin tidak semua tujuan kita tahu, yang jelas satu hal yang kita perlu tahu, semuanya bertujuan positf


dan ada juga kutipan hadis dari blog-blog tetangga :
(link pengambilan Nia sertakan juga)





sehingga, kita semua janganlah berputus asa, tetap positif thinking dan berjuang sebaik-baiknya, niscaya semua usaha dan doa yang kita ucapkan dkabulkan oleh Allah S.W.T
amiinnn!!!

semangaatt yaaa semuanyaaa ;)


ini nih ada 1 lagi gambaran yang keren dan ispiratif juga!
dari Dr Seuss





nah, setelah ini, semua ada di tangan kalian, mau di "steer"
ke arah manakah hidup kalian?

\(^0^)/

Popular Posts