Sunday, November 30, 2014

Sudahkah perjuangan kita tepat sasaran?



"aku melakukan ini demi orang tuaku! supaya mereka bangga memilikiku sebagai anaknya""aku melakukan ini demi adikku, dia adik yang paling baik yang ada di muka bumi ini""aku melakukan ini demi pacarku, dia segala-galanya bagiku"
sering mendengar hal seperti itu?


memang, hal seperti itu sangat banyak bermunculan ketika seseorang hendak melakukan sesuatu, ketika seseorang memiliki goal yang ingin mereka capai, ketika mereka memiliki tekad yang kuat untuk menakhlukkan sesuatunah, setelahnya, pasti ada hasil, yang mana hasil itu akan ada 3 macam1. sesuai harapan2. jauh lebih baik dari harapan3. jauh lebih buruk dari harapan
dan yang mana dari hasilnya, tergantung bagaimana kita menyikapi juga, kadang kala padahal usaha kita tidak seberapa, namun kita berharap hasil yang besar, sehingga hasilnya dinilai kurang maksimal, dan kadang pula, ada yang usahanya sangat besar dan tidak terlalu berharap, sehingga hasilnya terlihat jauh di luar dugaan, ada juga yang usaha dan hasilnya seimbangsemua tergantung bagaimana kita menyikapinya,terntunya jika kita meginginkan hasil yang besar dan baik, tentu kita harus berjuang lebih!masih ingat dengan rumus fisika sewaktu SD?


daya P itu berbanding lurus dengan usaha, dan berbanding terbalik dengan waktuartinya, kalau usahanya besar, pastinya daya-nya juga besar, nah, supaya waktu yang kita butuhkan untuk menggapai suatu goal itu sesingkat mugkin, nah, tentu kalian butuh banyak usaha bukan?misalnya, kalau kalian mau bisa lancar menguasai suatu bahasa, jelas bukan dengan santai-santai sambil tiduran kan...namun dengan giat belajar dan banyak berlatihjika kalian berlatih 1 jam sehari dan bisa mahir dalam hitungan setahunmaka mengapa tidak berlatih 2 jam sehari sehingga kita bisa mahir dalam waktu setengah tahun?iya, kalau kalian bisa melakukan lebih, dan lebih baik, mengapa tidak?
ditinjau dari keefektifan, memang itu tadi adalah ilustrasi kasar dari proses pembelajarankarena pastinya akan banyak faktor yang mempengaruhi keefektifan proses belajar, namun, bagaimanapun juga, ketika kita memiliki kemauan lebih, sesuai hukum fisika, dan sesuai dengan apa yang telah kita ketahui, bahwa :
"Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah/berusaha mengubah diri mereka"
nah, sekarang tinggal dari kitanya saja, maukah kita mengambil kesempatan itu?
dan menengok lagi ke atas, demi orang tua, demi saudara, demi pasangan, benarkah hal tersebut sudah tepat?
pernah di suatu show-nya Mario Teguh, ada seorang laki-laki bertanya:"Pak Mario, saya bekerja mati-matian untuk membahagiakan orang tua saya, lebih tepatnya ibu saya, saya lakukan apa saja yang membuat mereka bahagia, tujuan hidup saya hanya satu, untuk orang tua saya, setiap hari saya bekerja tidak kenal lelah supaya mereka tercukupi, supaya mereka bahagia, tetapi, semenjak ibu saya meninggal saya jadi hilang arah, saya hilang tujuan, buat siapa lagi saya bekerja keras, apalah gunanya saya punya uang banyak, tetapi saya sudah tidak punya orang tua lagi yang bisa dibahagiakan"
hmm, bagaimana menurut kalian?apakah itu pernah terjadi pada kalian?masih butuh contoh lagi?saya pernah membaca suatu komik lepas, tidak berseri, judulnya saya lupa, karena sudah lama, tetapi yang jelas, ada cerita yang bagus dan dapat dipetik hikmahnya di dalamnya
jadi, di suatu SMA, ada 2 orang murid perempuan yang saling bersaing dalam mendapatkan posisi juara 1 di kelas merekasebut saja si X dan si Ysi X selalu belajar mati-matian, karena ibunya terobsesi agar dia bisa juara 1 dan bisa masuk perguruan tinggi terkenal di Jepangnamun, apapun yang dilakukan si X tidak pernah bisa menyaingi kedudukan juara 1 yang dipegang si Y selama inilalu si X sangat penasaran, kok bisa sih si Y ini yang tampangnya sama sekali tidak kutu buku, tetapi selalu mendapat nilai yang sempurna?sampailah di suatu hari, si Y mengajak si X untuk ke tempat ia biasa belajar, di sebuah taman, dan di sana ada 1 anak kuliahan yang disukain si Ynah, usut punya usut, si Y ini belajar rajin karena ingin bisa masuk ke perguruan tinggi yang sama dengan anak laki-laki ini tadi, yaitu jurusan kedokteran di perguruan tinggi ternama, maka dari itu ia selalu mempertahankan kedudukan juara 1 nya
hingga suatu ketika....si Y yang selalu juara dan ceria tadi, masuk ke kelas dengan rambut di toning hitam, sebelumnya, rambutnya kecoklatan, mirip dengan anak kuliahan yang disukainyadan wajahnya murung, lalu dengan gontai ia mendatangi si X, rival beratnya dan berkata:"kau tahu, sekarang kau bisa menjadi juara 1, aku menyerahkannya padamu, aku sudah tidak butuh itu lagi, aku sudah tidak butuh menjadi juara atau menjadi siswa teladan lagi"sontak si X kaget denga perubahan drastis ini tadi dan bertanya:"apa maksdumu? apa yang sebenarnya terjadi? aku tidak mengerti, bukannya kamu ingin mengejar pria idamanmu ke perguruan tinggi?""tidak, tidak lagi, dia akan menikah bulan depan, semuanya sudah berakhir, sudah tidak ada artinya lagi bagiku"
naaahhh lhoooooo, hayoooo, gimana dong?

perjuangan kita boleh demi orang tua kah?perjuangan kita boleh demi orang yang kita sayangi kah?

jawabnya:Boleh-boleh saja, kita boleh memperuntukkan perjuangan kita bagi siapa saja yang kita kehendakinamun, kalian tahu?tidak ada yang abadi di dunia iniorang tua yang kita sayangi, pasangan, saudara, teman, bahkan diri kita sendiri, memiliki batasan waktu yang tak ada seorangpun di dunia ini tahusehingga tidak ada yang bisa kita jadikan acuan untuk terus menghidupkan bara dan nyala api semangat kita untuk berjuang ke tahap yang lebih dan lebih baik lagidan tahukan kamu apa yang abadi di seluruh alam jagad daya ini?tidak ada...tidak ada yang abadi kecuali sesuatu yang menciptakan itu semua...yaitu...
Tuhan yang Maha Esa
karena kita semua berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya, maka tujuan kita sudah jelas bukan?hanya pada-Nya lah kita bisa rely onhanya pada-Nya lah kita bisa terus-menerus mendapatkan semangat juang
jadi, sebaiknya kita review lagi, sudahkah perjuangan kita tepat sasaran?kita boleh saja, dan sah saja berjuang demi orang tua, saudara atau lainnya, namun..kita juga harus ingat, bahwa tidak selamanya apa yang kita miliki itu tadi akan di sanasehingga kita harus rely on something yang lebih dari sekedar hidup, yaitu sesuatu yang selalu hidupdan itu adalah Tuhan.
jadikan keluarga atau teman dan pasangan sebagai motivasimu untuk berjuang di jalan-Nya supaya kalian mendapatkan ridho-Nya, supaya kalian bisa tinggal di surga-Nya jadi, secara dunia kalian bisa membahagiakan orang yang kalian cintai, dansecara akhirat, kalian juga sudah mengumpulkan dana tiket masuk surga ;)
jadikan kedua hal itu berjalan dengan selaras, serasi dan seimbangmaka dengan demikian, tiada perjuangan yang sia-sia di muka bumi inidan selalu ingatlah, belum tentu perjuanganmu yang besar akan selalu berbuah hasil di dunia,hidup ini panjang kawan, masih banyak fase kehidupan yang akan kita hadapi,jadi jangan khawatir akan perjuanganmu yang sia-sia, karena sesungguhnya itu tidak mungkin terjadi, kecuali perjuangan kalian berada di jalan yang menyimpang dari ajaran dan norma-norma kehidupan
semua yang ada sekarang dan semua yang akan ada nanti, kita tidak pernah tahusama halnya ketika kita masih dikandungan dulu, mana tahu kalau akhirnya cerita kita akan seperti ini bukan?tapi hidup datang dengan manual, banyak hal yang kita bisa pelajari, kitab suci, hukum dan undang-undang, bahkan banyak sekali tips-tips yang mengarah ke kebaikan menyebar di penjuru media, tinggal kita sajalah yang memilih, kemana arah kita menuju setelah iniakan berlari ke arah yang lebih baik?atau jalan di tempat dan mendapatkan yang itu-itu saja?atau malah berhenti dan menyerah?

semua pilihan ada di tanganmu kawan, pilihlah dengan bijak, karena pilihanmu hari ini, akan menentukan esok dan bahkan hari-harimu yang ada di 10 tahun yang akan mendatangdan tidak perlu takut untuk memilih, semua ada dasarnya, kalian bisa konsultasi ke orang yang kompeten dibidangnya, misal untuk urusan agama, bisa konsultasi ke pemuka agama, urusan akademik bisa ke guru/dosen wali/BP, urusan keluarga, bisa konsultasi bersama denga keluarga besar, atau dengan para ahli lainnya, sesungguhnya jalan terbuka sangat lebar bagi siapa saja yang cukup gigih dan tidak pernah berhenti berjuang untuk menjadi lebih baik, ibarat garis finish, garis itu akan selalu ada di sana, tidak menjauh, tidak mendekatnah, tinggal kitanya saja, maukah mendekati garis finish tersebut?tidak ada insan yang tidak pernah gagal, namun, kegagalan bukan alasan untuk tidak bangkit lagi, masih ada waktu untuk menepatkan sasaran juang kita!
mau?AYO!kita lari bersama-sama menuju garis fnish itu, dan melihat apa yang ada dibalik itu, hadiah?atau tantangan lain yang lebih besar lagi hadiahnya? mari kita cari tahu!!!Jadikan momen tahun baru ini menjadi momen untuk berubah ke arah yang jauhlebih baikSEMANGAT semuanya!!!!

Search This please....