Saturday, December 27, 2014

Why do we hate? Is it good or bad? how do we deal with it?

Halo semua!
Semoga hari Minggunya indah ya ;)
Kali ini saya akan membahas sesuatu yang tentunya menarik (paling tidak ini menarik bagi saya sendiri hahaha)
Yaitu, tentang kebencian
 
Mengapa kita membenci?
Sebenarnya, apa sih itu benci?
Kalau kalian cari di kamus, benci terdefinisikan sebagai berikut : perasaan tidak suka, tidak senang yang teramat sangat pada sesuatu/seseorang
Wah, kok lebay ya? Sampe segitunya?
Nah, sebagai manusia yang kaya akan perasaan, tentunya bisa jadi kita semua pernah merasakan benci pada sesuatu atau seseorang
Sayapun juga demikian hehe, it’s normal
Tapi pernahkah kalian benar-benar memikirkan alasan yang logis akan kebencian kalian terhadap sesuatu atau seseorang tersebut?
Dan pernahkan kalian memikirkan apa yang kalian dapatkan dari kebencian kalian terhadap sesuatu/seseorang tadi?
Juga dampak ke depannya, apakah itu baik, buruk, atau tidak berpengaruh alias netral?

Dulu, dan mungkin masih terjadi beberapa kali hingga sekarang, saya juga benci pada hal-hal tertentu sampai kadang saya benci seseorang tanpa sebab yang jelas
Dan ini aneh, karena coba deh, satu, orang itu belum tentu memang sengaja melakukan hal-hal yang kita benci, bahkan mereka bisa saja tidak tahu bahwa kita membencinya, dua, nggak ada angin nggak ada hujan kita tiba-tiba benci, lha yang salah dia apa kita? Hahaha
Memang perasaan itu agak abstrak, sulit didefinisikan dengan kata, sulit dikaitkan dengan logika (katanya)
Tapi coba deh kita telaah (hobi baru saya, menelaah hahaha, thanks to my debate coach back in high school!)
Eh tapi beneran, coba deh kita lakukan hal yang lebih, kali ini aja, sedkit mendalami kasus yang kita alami, sedikit aja, coba deh, luangkan waktu kalian untuk diri kalian sendiri, untuk perbaikan, untuk hal yang sesungguhnya memang akan membuat diri kalian lebih baik, trust me :D
And, daripada bingung, mending langsung aja deh ya
 saya akan memberikan contoh kasus kebencian yang melanda diri saya sendiri pada benda, mungkin orang yang dekat dengan saya sudah banyak yang tahu hehe
saya paling benci dengan sayuran, apapun namanya, bentuknya, asalnya, dan telah diolah dengan model apapun, kalau itu berasal dari sayuran, jawabannya cuman satu, NO WAY, never!

Hahahaha sayuran? iuhhhh X(
Nah, itu tadi premisnya
Sekarang, kita masuk ke alasan-alasan yang bagi saya logis akan mengapa saya tidak suka a.k.a. benci dengan sayuran, pertama, menurut saya rasanya pahit, nggak enak, dan kedua nggak makan sayuran pun nggak jadi masalah kok, saya tetap bisa dapat asupan nutrisi dan vitamin dari berbagai macam makanan dan minuman lainnya
 Itu yang ada di pikiran saya, dan nyatanya, sebenarnya, sejujurnya, sejujur-jujur dan sebenar-benarnya, saya hanya pernah makan 4 macam sayur di dunia ini : sawi, brokoli, daun singkong, daun papaya
THAT’S IT, THAT IS ALL
Dan hanya karena makan 4 biji sayur yang tadi itu, saya bisa menyimpulkan bahwa semua sayuran lainnya itu tidak enak dan saya tidak mau memakannya apapun yang terjadi
Hahahaha, mungkin kalian bisa ketawa juga sekarang XD
Sempit sekali ya cara berpikir saya? Pesimis sekali ya? Nggak logis?
Iya, belakangan ini saya mulai berfikir bahwa hal itu konyol, terlalu skeptical
Tapi somehow saya tetap belum bisa menerima bahwa diri saya telah lama bersikap konyol dan skeptical, hmmm
Sampai suatu hari…
Saya makan lodeh, untuk yang pertama kalinya, isinya nangka muda, sebenernya asli pingin muntah (padahal baru liat doang) tapi… hey, YOLO!

So I tried… (nekat, secara anak Surabaya BONEK, Bondo Nekat hahaha)
Dan, setelah makan…. saya….saya masih hidup!!!
HORRAAAYYYY!!!
Dan btw, enak kali’ hahahhahaha rasanya lembut, kayak daging cacah gitu, nggak pahit sumpah!
Dan itu baru permulaan sih, selanjutnya saya coba lagi makan yang lain (karena usaha harus konstan men, nggak bisa nanggung-nanggung), yaitu kacang panjang (karena sesungguhnya ibu saya selalu masak sayuran setiap hari, tapi saya cuman liat aja, nggak pernah mau makannya)
Kali ini menunya adalah sayur asem, ada gambasnya juga sih, dan sesuatu yang mirip timun itu apa ya namanya? Saya lupa ahaha, yang jelas kalau gambas dan tetimunan tadi it’s ok, rasanya kaya air, nggak masalah, udah saya telan

Nah ini yang agak ragu, kacang panjang mennn #uhuk
Agak keras gitu, dalemnya ada biji-bijiannya, nein :’(
Tapi udahlah, sekali lagi YOLO!
Aku makan….
Dan saya kurang suka sih, tapi nggak ada masalah besar yang tiba, saya tetap hidup dan saya nggak muntah hahahahah, so, sebenernya nggak ada masalah sama sekali buat makan tuh sayuran
Tapi, kenapa saya tetap tidak mau makan ya sebelum ini? :O
Hhmmm…..
Sepertinya saya tahu mengapa…
Karena saya takut dan saya negative thinking akan substansi tersebut (ealah bahasanya)
Well well, ini bisa dibawa jauh sekali menuju masalah kehidupan lainnya
Bisa jadi kebencian kita itu tadi nggak logis dan percuma men, bisa jadi malah masalah tadi sama sekali nggak ada
Contohnya, aku takut mual, takut muntah, takut mati gara-gara makan sayuran, padahal nyatanya malah belum pernah nyoba hahaha, dan setelah nyobapun, walaupun nggak suka, tetap tidak mati hahaha, tidak mutah dan tidak mual, the problem does not real, it just in our damn mind
Masalahnya tidak nyata, itu hanya ada dipikiran kita
Dan bagaimana dealing with problems yang ada dipikiran kita sendiri?
Nggak gampang kan tiba-tiba melupakan hal yang telah lama dipikiran kita, seperti tato, melekat
Nggak gampang kan tau-tau bisa suka hal-hal yang semula kita benci, apa kata dunia???
Well, ya emang nggak melulu kalian harus menyukai hal-hal yang semula kalian benci sih, sama halnya nggak melulu kalian harus membenci hal-hal from the very first time kan ya…
Kebencian itu hal yang normal, mengutarakannya juga normal, asal tidak anarkhi, misal yang paling marak tuh benci bawa-bawa SARA, yaelah, masih jaman aja nih, ngurusin diri sendiri aja belum tentu bener, eh malah bawa-bawa SARA orang lain, astaga, emang situ yakin kalau bakal pasti masuk surga?
Hahaha, sudah-sudah, balik lagi ke bagaimana dealing with pikiran-pikiran tadi
Oh tentunya begini, kalian harus paham dulu proses pemikiran (saya juga belum terlalu paham sih)
Begini, kalian tahu kan bahwa sebagian kejadian dalam otak kita terjadi dibawah kontrol kita? Alam sadar kita? Dan ini salah satu yang bisa kita atur
Caranya?
Menelaahlah seperti tadi, cari akar masalahnya, lalu turunkan sampai turunan terakhir dan tidak bisa diturunkan lagi, seperti rumus di kalkulus, sampai bentuk yang paling sederhana
Nah, setelah itu, kalian tahu kan masalahnya, masalahku tadi, karena takut, karena negative thinking
Dan itu adalah hal yang sekali lagi harus ditakhlukkan, so, aku melakukan actions, secara, YOLO (You Only Live Once -- in this world) jadi daripada penasaran kan ya, orang sayuran melimpah kok, cobainlah sesekali hehe
Dan setelah mencoba, Alhamdulillah nothing bad at all ^__^
Ya sapa tahu kan situ yang tadinya buenci banget akan suatu pelajaran atau insan tertentu sebenarnya alasannya karena negative thinking tadi, kita perlu cari solusi, karena membenci itu energy yang negative, nggak bagus buat hati kita, bisa-bisa kena sirosis :O
Kita boleh dan sah-sah saja tidak suka akan hal yang buruk dan negative, tapi apa iya kita cuman tidak suka saja? Lalu menghujat and do nothing?
Yaelah, nggak menyelesaikan masalah
Kalau itu memang buruk, pertama, yang jelas jangan ikut-ikutan, dan kedua, bilangin dong ke yang bersangkutan kalau itu buruk dan kamu juga nggak suka dia ngelakuin hal itu, dan kamu juga bisa memberi solusi dan contoh kayak apa sih yang baik, dan kalau hal itu tidak memungkinkan kamu lakukan sendiri, sekali lagi, minta tolong ke yang lebih berkapasitas, dan kalau itu masih juga belum mungkin terlaksana, ada kok satu lagi solusi dari kegalauan itu tadi (galau karena sebenarnya ingin menolong, namun apa daya …) yaitu..DOA, nah, ini nih yang pastinya bisa dilakukan oleh kita semua, yang ajeg, doain semoga si anak itu bakal kembali ke jalan yang benar, dan jangan benci dia, itu hanya akan menjadi penyakit di hati kita sendiri, tiada guna
Nah kesimpulannya, benci itu baik, buruk atau biasa aja, netral?
Kalau membenci dan membuat kita marah, tak mau silaturahmi, bahkan tak mau melihat si fulan ada di muka bumi ini, dan bahkan kalau bisa di fulan dihancurkan saja pakai nuklir, wah-wah, ini udah kelewatan bro, ini semacam hasrat psycho yang mulai tumbuh, widihhh, awas jadi dexter hahaha

Really guys and gals, like what my little cousin said : YOLO
Just go and do the best, life is too short to hate :*

PS: seringkali sesuatu sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan, worst condition sih memang hal itu lebih buruk, tapi most of the times, it's never been that bad! it's a lot better!

Sunday, December 21, 2014

Takhlukkan perasaan-perasaan negatif itu!



" I have doubts. I have such doubts".

- Sister Aloysius


Hal menarik lainnya yang akan saya bahas hari ini salah satunya adalah  keraguan

apa itu ragu? keraguan?

ragu : keadaan tidak tetap hati (misal dalam mengambil keputusan, menentukan pilihan, dsb); bimbang
 sangsi (kurang percaya)

keraguan : keadaan ragu; kesangsian; kebingungan; kebimbangan


Sekarang, apakah kalian pernah merasakan ragu? keraguan?

secara manusiawi, tentu saja semua orang pernah merasakan ragu dalam kehidupan mereka, ragu adalah hal yang wajar, karena dalam hidup ini, pastinya banyak sekali keputusan dan pilihan yang perlu kita ambil dan kadang memang harus kita ambil dengan segala resiko yang ada,
dan keraguan akan muncul karena banyak sebab, salah satunya karena ketakutan



banyak sekali keputusan-keputusan besar yang harus kita ambil dalam hidup, dan tidak jarang bahwa keputusan tersebut akan menentukan nasib kita tidak hanya di hari esok, namun jauh ke lima atau sepuluh tahun ke depan
dan bisa jadi kita sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita menentukan keputusan kita tadi
sehingga keputusan kita terkesan seperti taruhan, dan yang dipertaruhkan adalah masa depan kita sendiri

wah, mempertaruhkan masa depan?
masa depan yang telah kita rancang dari jauh hari, bisa saja akan hancur dalam beberapa menit saja akibat keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah

timbullah bayang-bayang gelap akan kemungkinan buruk yang akan kita alami jika salah dalam menentukan keputusan, belum lagi cerita dari kanan kiri akan pengalaman mereka yang pahit, yang malah menambah ketakutan kita akan salah ambil keputusan

alhasil, kita dipenuhi rasa ragu di dalam diri kita
sehingga kita sulit untuk menentukan keputusan yang akan kita ambil

lebih dalam lagi kita bahas, mengapa kita takut untuk mengambil keputusan tadi?
dari mana timbulnya rasa takut tersebut?

bisa jadi ketakutan itu timbul dari rasa kurang percaya diri

dan kalau diruntut lagi, mengapa kita tidak percaya diri?

jawabannya simple :

 karena kita belum atau bahkan tidak tahu sama sekali akan apa yang kita hadapi
karena kita belum atau tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup
karena kita merasa bahwa kita payah dan kita tidak akan berhasil
dan akan masih banyak lagi "karena-karena" yang lain yang akan bermunculan, "karena-karena" yang menjadi dasar dari rasa tidak percaya diri kita 
yang membuat kita menjadi takut dan ragu


kejadian buruk atau kegagalan di masa lalu juga bisa menyebabkan kita takut untuk mengulang hal yang sama, dan berujung pada keraguan
walaupun yang gagal bukan kita sendiri, cerita dari orang lain yang telah gagal pun akan menjadi momok bagi kita

namun, akankah kita berhenti dan menyerah pada seluruh emosi dan perasaan negatif itu tadi?

akankah kita stagnant pada level yang itu-itu saja?

apakah kita akan terus berjalan pada level aman saja?

kalau ya, maka kita tidak akan pernah tahu ataupun mengalami keberhasilan yang hebat 
bahkan kita tidak akan mengalami hal-hal yang baru dalam hidup kita

jika kalian tidak pernah melakukan eksplorasi, dan hanya melewati rute-rute yang sama setiap harinya, kalian akan selalu menemui lubang di jalan yang sama, tingkat kemacetan yang sama, mungkin orang yang sama dan situasi yang masih begitu-begitu saja
kalian tidak akan pernah tahu bahwa di ujung jalan yang lain ada restoran yang sangat enak lagi harganya terjangkau yang patut dicoba, kalianpun tidak akan pernah tahu bahwa toko di gang lain harganya lebih ekonomis
atau kalian tidak akan pernah bertemu gadis / perjaka oke di blok sebelah yang sebenarnya akan menjadi jodoh kalian di masa depan!


kalau kalian mau sesuatu yang baru, kalian harus berhenti melakukan hal-hal lama



sekarang, 
kita lihat sedikit ke belakang
apakah kita pernah gagal sedemikian rupa?
mungkin
dan apakah kita takut hal itu terjadi lagi?
bisa jadi
lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

belajarlah, 
belajar dari kegagalan

tentu saya juga pernah gagal, sebut saja soal nilai
yang seringkali menjadikan seseorang galau

ya, betul, sewaktu SMA, nilai saya buruk sekali, bahkan saya mendapat angka 5 di ijazah untuk mata pelajaran pokok, yaitu matematika
saya akui sewaktu itu saya sama sekali tidak pernah belajar matematika secara tekun dan saya selalu bergidik jika nama pelajaran itu disebutkan
saya sangat tidak suka matematika, saya benci hal itu
kalau saya bisa menghapuskan satu pelajaran di muka bumi ini, saya akan menghapuskan matematika
itu yang ada dibenak saya sewaktu SMA
dan benar saja, karena ketidak sukaan saya tadi, saya tidak pernah sungguh-sungguh hati untuk belajar matematika
berbagai program les matematika sudah saya ikuti, mulai kelas besar hingga privat
namun tidak ada yang bisa mengubah pandangan buruk dan sinis saya terhadap matematika
sehingga saya tidak pernah mengerjakan latihan soal yang telah diberikan guru saya
saya hanya menyalin dari papan tulis ketika soal itu telah terbahas, yang mana bahasannya pun sama sekali tidak saya mengerti
saya selalu mengatakan "masa bodoh dengan matematika"

dan saya tersadar ketika ujian tiba, saya sangat menyesal, mengapa saya tidak mau mencoba untuk belajar barang sedikit saja, supaya saya bisa mengerjakan soal matematika itu
jujur saja, dari 30 soal yang ada, saya hanya mampu mengerjakan sekitar 14 soal dan itupun saya tidak yakin benar, dan 16 lainnya? jangan ditanya, saya hanya asal tebak dan langsung saya lingkari di lembar jawabannya, karena saya sudah sangat putus asa

ketika hasil ujian diumumkan, nilai itu, nilai 5 di ijazah saya sangat memukul diri saya sendiri
apalagi orang tua yang sudah susah payah menyekolahkan saya dan membayar uang les tambahan yang mahal
rasanya saya ingin menghilang saja

dan setelah itu, saya yang telah mengalami hal pahit karena kesalahan saya sendiri tersadar
di bangku kuliah, saya mendapatkan pelajaran yang sama persis dengan yang saya dapatkan sewaktu SMA, matematika, dengan bab yang sama, dengan rumus yang sama, tiada beda

kali ini, saya tidak mau kalah lagi dengan pelajaran ini, cukup sekali saja seumur hidup

saya mulai membuka pikiran dan hati saya untuk belajar, saya dengarkan semua penjelasan dengan seksama, saya ikuti semua petunjuk dari dosen dalam pengerjaan soal, dan saya betul-betul mengerjakan latihan yang beliau berikan, saya juga mengerjakan tugas-tugas yang ada
dan tahukah kalian?
bahwa sebenarnya matematika bukanlah hal yang perlu ditakuti dan dibenci
matematika sangatlah mudah dan menyenangkan,yang malah membuat saya tertarik dan penasaran ingin mengerjakannya lagi dan lagi

saya mulai tekun untuk belajar dari awal, dan selalu mengerjakan soal-soal yang ada
alhasil, nilai saya A semua untuk pelajaran matematika, seperti kalkulus dan statistika

saya tidak pernah mengira bahwa ternyata saya bisa mengerjakannya dengan mudah
dan saya sedikit berpikir : andai saja sewaktu SMA dulu saya mau mencoba belajar dengan tekun
tapi sudahlah, penyesalan tiada akhir
lebih baik kita menatap kedepan, ke masa depan yang jauh lebih kritis dari yang mungkin kita bayangkan

nah, lalu apa yang saya lakukan setelah bisa menakhlukkan matematika tadi?
setelah saya berhasil mengalahkan ketakutan saya, saya punya misi bahwa saya ingin menolong orang dengan ketakutan yang sama, dengan kebencian yang sama

maka dari itu, saya memutuskan untuk menjadi guru matematika
pastinya ini tidak mudah dan saya terus menerus diliputi rasa takut dan ragu
namun saya harus melawannya
saya beranikan diri untuk melamar di beberapa LBB
dan jangan dikira mudah
TIDAK
di sana, selain wawancara, saya diminta mengerjakan latihan soal dan praktik mengajar matematika
wah, saya sangat takut dan saya sempat ragu akan kemampuan saya, di bangku antrian wawancara, saya sempat ingin melarikan diri

tetapi, kalau saya tidak mencoba, kapan saya tahu hasilnya?
akhirnya saya memberanikan diri saja, saya sudah mantap dan saya ambil resiko jikalau saya tidak lolos

dan...
WOW, saya diterima!



saya mengajar secara privat di beberapa LBB, saya mengajar matematika SD hingga SMA
sejauh ini murid saya sudah puluhan jumlahnya, dan mereka alhamdulillah sudah banyak yang lulus dengan nilai yang bagus dan sudah berhasil menakhlukkan ketakutan mereka akan matematika
selamat untuk kalian semuanya!

kalian tidak akan pernah tahu bahwa kalian ternyata bisa jika kalian tidak mencobanya, tinggalkan keragu-raguan, kegagalan kita di masa lalu bisa kita jadikan pembelajaran sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang sama yang akan memicu kegagalan lain di masa yang akan datang, kita bisa melakukan terobosan baru yang siapa tahu akan mengantarkan kita kepada keberhasilan

dan keberhasilan tidak selalu diukur dengan hal yang rigid seperti uang, rumah, atau hal lain seperti keterkenalan,
keberhasilan itu bersifat sangat pribadi
dan salah satunya bisa diukur dari penakhlukan keraguan dan rasa takutmu ;)


nah, itu tadi sekilas cerita pribadi saya akan penakhukkan perasaan-perasaan negatif yang pernah terjadi di kehidupan saya
dan saya dapat melakukannya karena perjuangan, sama sekali bukan hal yang instan
dan perjuangan akan lebih mudah jika diiringi doa dan kalianpun harus konsisten, jangan berjuang yang setengah-setengah, kalau kalian mau hasil yang maksimal, tentunya semua yang dilakukan harus maksimal pula

dan ingatlah, tidak ada perjuangan yang sia-sia, sekalipun perjuangan kita belum membuahkan hasil, jangan berhenti, tetap berinovasi dan tetaplah termotivasi untuk berjuang, you never know how close you actually are!


now, let's conquer it!
takhlukkan perasaan-perasaan negatif itu, cari tahu mengapa kalian merasakan hal itu, telaahlah penyebabnya
setelah kalian tahu, buat strategi untuk menanganinya, jika kalian kesulitan, jangan ragu untuk meminta bantuan, karena sesungguhnya ada banyak sekali orang yang sangat peduli dengan kalian, tetapi karena kalian tidak pernah menceritakan masalah kalian kepada mereka, mereka tidak tahu bagaimana mereka bisa membantu kalian
maka ceritakanlah kepada orang-orang yang kalian percaya dan kalian sayangi, saya yakin mereka akan mau mengerti dan menolong kalian
dan siapa tahu akan ada kisah inspiratif dari mereka yang akan mendorong kita lebih kuat untuk berjuang!


semangat!
semangat juang untuk kalian semua!




Search This please....